Dari sering remedial sampai jadi Juara Olimpiade

"JUJUR aku dulu sempat kewalahan. Tiap beberapa ulangan kena remedial terus. Karena aku sering pulang malem dari kegiatan organisasi, jadi sering kecapean buat belajar.

Tapi Alhamdulillah, setelah aku ikut Bacakilat, bukan cuma nilai ulangan dan juara Olimpiade... nilai rapotku juga naik.

Bahkan aku jadi juara 3 di sekolah,”

katanya dengan semangat, sambil menunjukkan nilai raport dan piagam juara kelas


~ RERI NANDAR - CIANJUR~

Raport Reri Nandar

Piagam Penghargaan Prestasi Reri Nandar

Reri Merupakan salah satu cerita dari ribuan alumni yang sudah berhasil menerapkan strategi belajar yang efektif.

Saya bisa merasakan apa yang Reri rasakan, Saya juga mengalami hal ini, Nilai saya menurun saat saya aktif organisasi di semester 3 saat saya kuliah. Dan saat bangku sekolah saya sangat tidak suka belajar, karena ketika belajar Kendala ini selalu saja muncul:


  • Susah fokus & konsentrasi,
  • Sulit mengingat & menghafal materi pelajaran,
  • Lama dalam menangkap pelajaran,
  • Belajar sampai larut malam,
  • Stres menghadapi pelajaran yang bertumpuk,
  • Kesulitan mengikuti pelajaran, Sampai tidak termotivasi untuk belajar karena sudah takut duluan dengan pelajaran yang berat.

Dan yang saya lakukan waktu Sekolah adalah NYONTEK, ya benar Anda tidak salah baca, Karena kebiasaan saya nyontek, di semester terakhir SMA saya mendapatkan nilai yang lebih tinggi daripada teman yang saya contek.

Semua teman-teman saya mengucapkan selamat (bukan makna yang sesungguhnya ini seperti ledekan yang membuat saya begitu malu)

Saya berniat untuk rajin belajar dan mengubah keadaan saya.

Saya berjanji untuk berusaha sendiri sejak saat itu.

Saat saya memasuki bangku kuliah, Saya memiliki target mendapatkan IP 4, saya mengambil jurusan Psikologi, yang mana rata-rata buku textbooknya tebal dan berbahasa Inggris.

Dan setiap semester kami harus memahami paling tidak 7 sampai 8 buku. Itu belum termasuk jurnal ilmiah, dan artikel-artikel ilmiah yang harus kami baca.

Jadi banyak sekali materi yang harus dipelajari.

Sehingga dulu waktu 3 semester pertama, saya belajarnya habis-habisan, sampai tidurnya jam 3 atau 4 subuh dan jam 6 sudah bangun lagi untuk lanjut belajar.


Jadi hampir setiap hari tidur hanya 3 sampai 4 jam saja.

Karena tugasnya banyak, saya tidak sempat main game, ke mall,atau pun aktif berorganisasi. Bahkan saat bertemu teman pun, hanya untuk belajar kelompok saja.

Itu di 3 semester pertama saya.

Nah, lalu ternyata hasilnya IP semester saya hanya sekitar 3 sampai 3,5. Cukup jauh dari target awal saya.

Malahan di semester 3 semakin menurun. Karena waktu di semester 3 saya mulai ikut organisasi.

Dari sini saya menyadari bahwa, untuk meraih target yang saya tentukan tidak bisa hanya dengan mengurangi waktu istirahat saya saja.

Belajar secara efektif berarti nilai bagus, stres rendah, dan kepercayaan diri tinggi. Sedangkan saat ini saya masih kelelahan dan kurang isitirahat dan belajar ekstra untuk menghadapi ujian.




Belajar Efektif bisa didapatkan dengan menggunakan cara belajar yang tepat yaitu Brain Based Learning Karena kerja pikiran sangat luar biasa.



Apalagi pada anak-anak, Jika digunakan dengan pendekatan yang tepat bisa mentransformasi kehidupan anak.

Bagaimana Metode Brain Based Learning bekerja?

Akan saya jawab diakhir tulisan ini


Saya yakin setiap orangtua percaya, bahwa anaknya memiliki potensi yang luar biasa, dan ingin membantu anak mencapai yang terbaik dalam hidupnya.

Saat ini, sebagai Orangtua peran yang bisa kita ambil adalah Membantu Mewujudkan Kesuksesan Anak, Membekalinya dengan sesuatu yang bisa menjadi pegangannya sekarang, sampai Ia lulus kuliah dan bekerja.

Pertanyaannya adalah apa sesuatu itu?


Dari saya yang awalnya tidak suka belajar, menjadi siswa tukang nyontek, berjuang habis-habisan tanpa mendapatkan hasil yang saya inginkan, sampai saya menemukan pendekatan belajar yang tepat.

Pendekatan belajar yang tepat ini, menemani saya mendapatkan IP 4 selama 4 semester berturut-turut di studi psikologi saya, menjadi Cum laude di S2 ITB, dan membangun beberapa bisnis yang sedang bertumbuh walalupun background pendidikan saya bukan bisnis.

Jadi, yang harus kita bekali kepada anak adalah pendekatan belajar yang tepat ini.

Saya akan membagikan pendekatan yang tepat yang mentransformasi saya dari siswa yang suka nyontek menjadi mahasiswa yang lulus S2 ITB dengan Predikat Cum Laude.

Ingin tahu lebih dalam tentang brain based learning dan Bagaimana cara kerjanya?

Temukan jawabannya dalam rangkaian email lanjutan dengan klik tombol di bawah ini.