"Satu Buku Selesai Lagi!

Sebuah buku yang biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu, sekarang tuntas dalam 1 jam!"

Apakah mungkin bisa menuntaskan sebuah buku non fiksi dalam 2 jam?

Tentu dengan pemahaman tinggi dan mencapai tujuan membaca. Bukan sekedar membaca saja.

Saya percaya Anda yang hadir ke halaman ini adalah Anda yang percaya bahwa membaca buku non fiksi adalah hal yang penting bagi Anda.

Dan jauh lebih penting lagi, Anda ingin punya waktu yang lebih banyak untuk bisa menerapkan isi buku yang Anda pelajari dalam berbagai aspek hidup Anda.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara melakukannya?

Caranya tidaklah sulit.

Cukup mudah bahkan.

Tantangannya ada di apakah kita INGIN mengubah paradigma dalam membaca buku.

Karena ketika pemahaman kita pada paradigma dari membaca buku non fiksi sudah benar, teknisnya akan sangat masuk akal dan mudah untuk dilakukan.

Artinya, Anda bisa menuntaskan buku yang Anda butuhkan, dengan pemahaman tinggi, mencapai 100% tujuan membaca, dalam waktu 2 jam bahkan kurang.

Ada satu hal yang ingin saya bagikan kepada Anda di sini, dan sebagian lagi lebih mudah saya bagikan dalam webinar. Karena saya bisa mempresentasikan, menggambar sambil menjelaskan bagaimana cara kerja pikiran kita dalam kaitannya dengan membaca dan belajar, mengajak Anda untuk melakukan beberapa simulasi, dengan demikian Anda akan semakin mudah memahami pendekatan ini.

Nah, mari kita jawab pertanyaan "Bagaimana Mendapatkan Manfaat optimal dari proses membaca?"

Mendapatkan Manfaat optimal dari proses membaca

Saya akan membagikan apa yang disampaikan oleh Paul New Edwards dari School of Information, University of Michigan.
 
Ini saya terjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan terjemahan langsungnya akan saya bagikan dalam webinar juga.

Paul New Edwards

School of Information, University of Michigan

"Bagaimana Anda bisa mendapatkan manfaat optimal dari sebuah buku -- atau karya tulis apapun -- ketika Anda membaca untuk informasi, bukan untuk menikmati?

Memang memuaskan membaca buku dari awal sampai akhir. Beberapa buku, seperti FIKSI, Perlu dibaca dengan pendekatan ini, karena prinsip dasar dari fiksi adalah mempertahankan ketegangan membaca. Tujuan Anda membaca buku FIKSI adalah untuk mengikuti bimbingan penulis, mengijinkannya membuka cerita demi cerita.

Tapi kebanyakan buku, artikel, dan dokumen lain yang akan Anda baca selama kuliah, lulus kuliah, dan kemungkinan sepanjang karir profesional Anda, bukanlah novel. Tapi buku NON-FIKSI: textbook, manual, artikel jurnal, sejarah, riset akademis dan sebagainya (buku pengembangan diri, buku bisnis, buku tentang karir).

Tujuan untuk membaca buku ini (Non-FIKSI) adalah untuk mendapatkan, dan mempertahankan informasi. Di sini, mencari tahu apa yang terjadi (yang Anda butuhkan)--secepat dan semudah mungkin--adalah tujuan utama Anda. Jadi kecuali Anda ada di penjara dan tidak ada kerjaan lain, JANGAN PERNAH baca buku non fiksi atau artikel non fiksi dari awal sampai akhir."

Dari paradigma ini jelas bahwa selama ini kebanyakan orang terperangkap dalam generalisasi. Menyamakan membaca buku fiksi dengan buku nonfiksi.

Mari kita gambarkan dalam pengalaman kita membaca.

Pernahkah Anda?

Pernahkah Anda membaca bagian tertentu dari buku dan Anda sangat fokus dengan apa yang Anda baca? Anda merasa bagian itu sangat berkaitan dengan Anda dan bisa langsung Anda pahami?

Harusnya pernah bukan?

Di bagian lain dari buku yang sama Anda sulit memahami bagian itu, atau tidak tertarik sama sekali dengan bagian itu. Pikiran Anda melayang-layang saat membaca. Memikirkan hal lain yang lebih menarik dari apa yang ada di depan.

Dan karena kita berpikir bahwa membaca itu harus kata per kata, dari awal sampai akhir, kita memaksakan diri untuk membaca lagi. Apa yang terjadi? Pikiran kita melayang lagi. Dan akhirnya kita meninggalkan buku itu.

Apa yang sedang kita alami saat membaca ini mirip dengan ketika ada 2 orang sedang berkomunikasi. Sebut saja si A dan si B. Saat si A, menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan salah satu atau lebih, aspek kehidupan dan ketertarikan B, B akan sangat mudah untuk memberikan semua energi dan perhatiannya.

Sedangkan saat A menyampaikan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan B, apakah B masih bisa dengan mudah mengalirkan energi dan perhatiannya kepada A? Untuk alasan moril, mungkin saja B masih memperhatikan A, tapi tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran B bukan? Kemungkinan besar, dia sedang memikirkan hal lain.


Kembali ke simulasi membaca buku, kesamaan situasi yang pertama adalah apa yang kita baca adalah hal yang relevan, penting buat kita saat ini.

Sedangkan situasi kedua adalah kita sedang menemukan bagian yang tidak relevan, jadi pikiran kita mudah melayang.

Berbeda dengan saat B mendengar A berbicara, dalam konteks membaca, kita boleh mengabaikan bagian-bagian yang tidak relevan dengan kita, dan fokus pada bagian yang relevan buat kita. Kita boleh menyeleksi mana yang mau kita baca dan mana yang tidak perlu kita baca.

Diulangi ya, mengabaikan bagian yang tidak relevan dengan kebutuhan kita, yang bukan kebutuhan kita, artinya apakah akan mempengaruhi pemahaman kita? Jelas tidak. Jika itu akan mempengaruhi pemahaman kita, berarti hal itu relevan buat kita. Dan pastinya akan kita baca dengan penuh konsentrasi.

Sepakat?


"Membaca yang efektif adalah tentang membaca yang relevan dan penting buat kita sesuai dengan tujuan membaca. Jika seseorang membaca sebuah buku tanpa tujuan yang jelas, maka dia sedang membaca buku secara pasif."


Kita tahu kalau bacanya pasif, pikiran pasti mudah melayang ke mana-mana dan kita hanya buang waktu saja. Ada sedikit notifikasi saja, kita sudah pindah ke gadget dan tidak balik ke buku lagi.

Jadi masalah konsentrasi yang kebanyakan orang alami saat membaca buku, bukan karena kemampuan konsentrasi seseorang menurun atau karena kemampuan otak berkurang karena usia.

Hanya perlu mengubah pendekatan dalam membaca.

Mengubah Paradigma Dalam Membaca

Mengubah paradigma dari membaca kata per kata menjadi Membaca adalah untuk menerapkan.

Paradigma: Apa yang bisa saya pahami supaya saya bisa:

  • Meningkatkan dampak kepemimpinan,
  • Meningkatkan penjualan
  • Meningkatkan produktivitas
  • Menjadi orangtua yang lebih baik
  • dan seterusnya

Dengan pemikiran seperti ini, apakah kita perlu membaca kata per kata dari awal sampai akhir? Tentunya tidak, kita akan mengadopsi membaca selektif.

Membaca yang mendukung tujuan utama kita.

Membaca dengan aktif dan proaktif. Bukan membaca yang pasif.


Dengan demikian kita akan menggunakan buku, kita akan memastikan setiap investasi waktu dan energi dalam membaca akan memberikan dampak buat kemajuan hidup.

Ini menyisakan pertanyaan,


  • Bagaimana caranya bisa membaca selektif dengan efektif? Karena ini adalah pendekatan yang baru dari padangan kebanyakan orang selama ini.

  • Langkah apa yang bisa membuat Anda bisa menuntaskan buku dengan pemahaman tinggi dalam waktu sesingkat mungkin, supaya bisa memiliki banyak waktu untuk meng-eksekusi, dan memberikan yang terbaik buat orang-orang yang Anda sayangi?

Temukan jawabannya dalam

Webinar Bacakilat 3.0

Hari Selasa / Kamis Malam

Jam 19.30 - 21.30 WIB

Laptop/Smartphone Anda

Dalam Webinar di hari Selasa atau Kamis Malam nanti, Anda akan menemukan jawaban:
  1. 1
    Bagaimana Pendekatan yang bisa membuat Anda menggunakan buku, bukan hanya sekedar membaca buku
  2. 2
    Bagaimana selalu membaca buku yang tepat, tanpa pusing mencari referensi buku dari orang atau media
  3. 3
    Bagaimana menyusun goal dan kurikulum pengembangan diri yang tepat untuk memastikan Anda berada dalam fast track (ini jadi pelatihan tersendiri yang akan saya bagikan secara gratis di dalam webinar)
  4. 4
    Bagaimana menghilangkan paradigma yang tidak tepat dalam membaca dan membuat membaca jadi lebih efektif
  5. 5
    Bagaimana cara kerja otak dalam membaca
  6. 6
    Apa saja 3 cara memproses informasi dan dampaknya dalam proses belajar dan membaca buku
  7. 7
    Cara Brain Based Learning bekerja sehingga Anda bisa memahami buku dan mencapai 100% tujuan membaca dalam 2 jam atau kurang

Banyak sekali yang akan kita bahas dalam webinar durasi 2 jam ini.

Plus dengan mendaftar Webinar ini ada spesial BONUS berupa 10 Ringkasan buku Kepemimpinan yang akan membantu Anda mentransformasi Kualitas Kepemimpinan Anda.


10 Ringkasan ini senilai Rp 3.000.000 rupiah sendiri.

BONUS 10 Ringkasan Buku Kepemimpinan

10 Ringkasan Buku Kepemimpinan Terbaik

(Senilai Rp 3.000.000)

Investasi Webinarnya Rp 398.000
Khusus untuk Anda hari ini hanya:
Rp 100.000
00
Days
:
 
06
Jam
:
 
24
menit
:
 
22
detik

Maaf, waktunya sudah habis

Daftar Webinarnya di sini

Loading...

Dipercaya oleh:

Untuk Informasi hubungi: 082114424868 (Laras)